POLA hidup diyakini memengaruhi kesehatan seseorang. Demikian pula kesehatan organ reproduksi. "Perempuan atau laki-laki perokok perlu waspada. Sebab, kebiasaan itu bisa menyebabkan infertil (gangguan kesuburan)," terang Prof dr Samsulhadi SpOG(K).
Untuk perempuan perokok yang menghabiskan 20 batang rokok tiap hari, angka kesuburannya turun 25 persen. Bagi perempuan perokok berat yang menghabiskan lebih dari 20 batang rokok tiap hari, kemampuan reproduksinya hanya tersisa 57 persen.
Kondisi serupa dialami pecandu kopi. Kafein di dalam kopi dapat memengaruhi kesuburan seseorang. Seseorang dianggap kecanduan kopi kalau setidaknya dia minum lebih dari tujuh gelas per hari. "Kopi, narkoba, dan minuman beralkohol dapat menurunkan mutu telur," ujar dr Ashon Sa’adi SpOG.
Selain itu, kafein mengganggu endometrium. Namun, kopi tidak berpengaruh pada tuba falopii. "Bisa hamil, namun risiko keguguran juga besar," tambah Ashon. Kalau memang ingin hamil, konsumsi kopi harus dibatasi. Cukup satu cangkir dalam sehari.
Dia menambahkan, usia ikut berperan pada tingkat kesuburan seseorang. Perempuan berada pada kondisi paling subur ketika usianya di bawah 25 tahun. Menjelang usia 30, tingkat kesuburannya semakin menurun dan berpeluang lebih besar mengalami infertilitas.
1 komentar:
saya tidak senang kalau lihat perempuan merokok
kelihatan liar gitu lho.............
salam kenal
Posting Komentar